Laman

Selasa, 21 Oktober 2014

BEBERAPA NAMA SURAT AL-FATIHAH

               Penulis : Abu 'Aisyah (Erwin Gunawan)


          Surat al-Fatihah adalah surat yang sangat agung. Dalam surat al-Fatihah terkandung 3 jenis tauhid, Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wa sifat.

          Surat al-Fatihah juga memiliki banyak nama. Nama-nama surat al-Fatihah antara lain disebutkan dalam kutaib Ba'dhu Fawaaida Suratil Faatihah dan perkataan para salaf. Diantara nama-nama al-Fatihah adalah : 

a. Al-Fatihah
b. Ats-Tsaba'ul Matsaani (tujuh ayat yang terulang-ulang)
c. Ummul Qur'an (induk al-Qur'an)
d. Ummul Kitaab (induk Kitab)
e. Ash-Shalah (shalat)
f. Al-Kaafiyatu (jampi-jampi) atau dinamakan juga Ar-Ruqyatu (Rukiyah)
g. Al-Qur'an al Adziim (al Qur'an yang mulia)
h. Al-Hamdu (pujian)
i. Asy-Syifaa' (penyembuh)
j. Asaasul Qur'aan (asas al Qur'an)
k. Al-Waaqiah (yang menjaga)

          Penjelasan dari poin-poin diatas, insya Allah akan kami ambil dari faedah-faedah kajian tafsir al-Fatihah yang pernah kami ikuti dan pelajari dengan berbagai keterbatasan ilmu yang ada pada kami.  

a. Al-Fatihah
          Berkata Syaikh Shaleh Fauzan dalam penjelasan Ba'dhu Fawaaida Suratil Faatihah, kitab yang ditulis oleh Syaikh Muhammad at-Tamimy. Beliau mengatakan (dengan terjemahan babas), "Ini adalah risalah yang menunjukkan secara khusus faedah-faedah surat al-Fatihah, ini surat yang sangat agung, dinamakan ia dengan al-Faatihah, dikarenakan al-Fatihah dibuka dengannya al-Mushaf yang mulia, dan al Fatihah adalah awal surat didalam al-Qur'an." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 5]

          Berkata Ibnu Katsir dalam tafsir surat al-Fatihah (dengan terjemahan bebas dan kutipan-kutipan selanjutnya juga akan diterjemahkan secara  bebas) mengatakan, "Dikatakan bagi al-Fatihah adalah yang membuka, yaitu yang membuka penulisan al Kitab dan dengannya kamu memulai bacaan didalam shalat-shalat..." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]


b. Ats-Tsaba'ul Matsaani (tujuh ayat yang terulang-ulang)

          Berkata Syaikh Shalih Fauzan dalam syarhnya juga, "Al-fatihah dinamakan dengan tujuh yang terulang-ulang, dikarenakan al-Fatihah ada tujuh ayat. Allah Ta'ala berfirman :

"Sesungguhnya kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-qur'an yang agung." (QS.Al-Hijr : 87).

          Dan al-Fatihah adalah tujuh ayat yang terulang-ulang. Dan dikatakan (pula) : Dinamakan al-Fatihah dengan al-Matsaani, dikarenakan dia diulang-ulang bacaannya pada setiap rakaat." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]


c. Ummul Qur'an (induk al-Qur'an)

          Disebutkan juga bahwa, "al-Fatihah dinamakan Ummul Qur'an, dikarenakan induk dari sesuatu : (yaitu) pokok yang kembali kepadanya sesuatu, al-Qur'an itu kembali dalam maknanya pada apa yang dikandung surat ini (al-Fatihah)." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]

          Berkata Ibnu Katsir, "Berkata al Hasan : 'Ayat yang muhkamat dia adalah Ummul Kitaab. Dan ada yang menyebutkannya juga, dikatakan bagi al-Fatihah sebagai ummul Qur'an. Dan sungguh telah tetap didalam shahih  At-Tirmidzi dan dia menshahihkannya dari Abu Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : (('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul Kitaab dan tujuh yang terulang-ulang dan al-Qur'an yang mulia'))." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]



d. Ummul Kitaab (induk kitab)

          Al-Fatihah juga memiliki nama Ummul Kitaab berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diatas yang diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

(('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul Kitaab dan tujuh yang terulang-ulang dan al-Qur'an yang mulia'))." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]

         
e. Ash Shalah (shalat)

          Berkata Ibnu Katsir, "Dikatakan pula al-Fatihah sebagai ash-Shalah berdasarkan ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Rabb-nya : ((Aku membagi shalat antara aku dan antara hamba-Ku menjadi dua bagian. Apabila hamba itu berkata Alhamduillahirabbil 'aalamiin, Allah berfirman : 'Hamba-Ku memuji-Ku' )) (Al Hadits)." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]

          Syaikh Shalih Fauzan mengatakan dan menjelaskan hadits ini :

"Al-Fatihah dinamakan ash-Shalah, berdasarkan ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkannya dari Rabb-nya, bahwasannya Allah Jalla wa 'Alaa berfirman :  (('Aku membagi shalat antara Aku dan antara hamba-Ku menjadi dua bagian')) Yaitu : Al-Fatihah ((Apabila dia (hamba) berkata : Alhamduillahirabbil 'aalamiin, Allah berfirman : 'Memuji-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba) berkata : Arrahmaanirrahiim, Allah berfirman : 'Menyanjung atas-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba) berkata : Maalikiyaumiddiin, Allah berfirman : 'Mengagungkan-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba) berkata : Iyyaa kana'budu wa iyyaa kanasta'iin, Allah berfirman : 'Ini antara Aku dan antara hamba-Ku dua pembagian dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta))." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]

          Sehingga makna Qasamtush Shalaati (aku membagi shalat), maknanya adalah aku membagi surat al-Fatihah menjadi dua bagian, karena itulah Syaikh Shalih Fauzan kembali mengatakan : "Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat, 3.5 darinya untuk Allah, sanjungan atas Allah 'Azza wa Jalla, dan 3.5 darinya untuk hamba, (yaitu) mulai dari firman Allah : 'wa Iyyaa kanastaiin' hingga akhir surat." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]

"Inilah makna firman Allah Jalla wa 'Allaa : ((Qasamtush Shalati)) yaitu surat al-Fatihah...". [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 7]


f. Al-Kaafiyatu (jampi-jampi) atau dinamakan juga Ar-Ruqyatu (rukiyah)

          Al-Fatihah juga dinamakan Ruqyah. Dalam sebuah hadits yang panjang disebutkan : Dinamakan al-Fatihah dengan ruqyah karena, sekelompok dari para sahabat yang singgah pada sebuah kabilah dari kabilah-kabilah arab. Mereka meminta dilayani maka justru mereka tidak dilayani, maka disengatlah pembesar mereka, maka mereka datang dan mereka meminta dari para sahabat yang meruqyah. Berkata salah seorang dari sahabat : Sesungguhnya kami akan meruqyah akan tetapi kalian enggan dari melayani kami. Maka tidaklah kami meruqyah kecuali dengan memberikan -yakni : upah- maka mereka mempersyaratkan bagi mereka sekawanan kambing maka dibacakan kepadanya surat al-Fatihah, maka dia berdiri seakan-akan dibangkitkan dari ikatan. Maka tatkala mereka menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mereka mengabarkan dengan apa-apa yang terjadi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Dan dari mana kamu mengetahui bahwasannya al-Fatihah itu ruqyah." maka dinamakanlah al-Fatihah dengan ruqyah. [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 7]


g. Al-Qur'an al-Adziim (al Qur'an yang mulia)

          Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

(('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul Kitaab dan tujuh yang terulang-ulang dan al Qur'an yang mulia'))." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]


h. Al-Hamdu (pujian)

          Nama al-Hamdu ini disebutkan oleh ibnu katsir, "Dan dikatakan bagi al-Fatihah itu (al-Hamdu) dan dikatakan juga baginya (ash-Shalah)." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]

Setelah itu beliau menyebutkan hadits kudsi diatas.


i. Asy Syifaa' (penyembuh)

          Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya, "Dikatakan bagi al-Fatihah sebagai Asy-Syifaa' tatkala Ad-Daarimi  meriwayatkan  dari Abu Sa'id radhiyallaahu 'anhu secara marfu' ((yang membuka al-Kitaab adalah yang menyembuhkan dari setiap nama))". [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]


j. Asaasul Qur'aan

          Asy-Sya'bi meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma bahwasannya dia (Ibnu Abbas) menamakan al-Fatihah dengan (Asaasul Qur'an) dia berkata : "Dan asasnya adalah bismillahirrahmaanirrahiim." [2]


k. Al Waaqiah (yang menjaga)

          Ibnu Katsir mengatakan, "Sufyaan bin Uyainah menamakan al-Fatihah (dengan Al-Waaqiah)." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]


Wallahu a'lam

©2004



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.