Penulis : Abu 'Aisyah (Erwin Gunawan)
Surat al-Fatihah adalah surat yang sangat agung. Dalam
surat al-Fatihah terkandung 3 jenis tauhid, Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wa
sifat.
Surat al-Fatihah juga memiliki banyak nama. Nama-nama surat
al-Fatihah antara lain disebutkan dalam kutaib Ba'dhu Fawaaida Suratil Faatihah
dan perkataan para salaf. Diantara nama-nama al-Fatihah adalah :
a. Al-Fatihah
b. Ats-Tsaba'ul Matsaani
(tujuh ayat yang terulang-ulang)
c. Ummul Qur'an (induk
al-Qur'an)
d. Ummul Kitaab (induk Kitab)
e. Ash-Shalah (shalat)
f. Al-Kaafiyatu (jampi-jampi)
atau dinamakan juga Ar-Ruqyatu (Rukiyah)
g. Al-Qur'an al Adziim (al
Qur'an yang mulia)
h. Al-Hamdu (pujian)
i. Asy-Syifaa' (penyembuh)
j. Asaasul Qur'aan (asas al
Qur'an)
k. Al-Waaqiah (yang menjaga)
Penjelasan dari poin-poin diatas, insya Allah akan kami
ambil dari faedah-faedah kajian tafsir al-Fatihah yang pernah kami ikuti dan
pelajari dengan berbagai keterbatasan ilmu yang ada pada kami.
a. Al-Fatihah
Berkata Syaikh Shaleh Fauzan dalam penjelasan Ba'dhu
Fawaaida Suratil Faatihah, kitab yang ditulis oleh Syaikh Muhammad at-Tamimy.
Beliau mengatakan (dengan terjemahan babas), "Ini adalah risalah yang
menunjukkan secara khusus faedah-faedah surat al-Fatihah, ini surat yang sangat
agung, dinamakan ia dengan al-Faatihah, dikarenakan al-Fatihah dibuka
dengannya al-Mushaf yang mulia, dan al Fatihah adalah awal surat didalam
al-Qur'an." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 5]
Berkata Ibnu Katsir dalam tafsir surat al-Fatihah (dengan
terjemahan bebas dan kutipan-kutipan selanjutnya juga akan diterjemahkan
secara bebas) mengatakan,
"Dikatakan bagi al-Fatihah adalah yang membuka, yaitu yang membuka
penulisan al Kitab dan dengannya kamu memulai bacaan didalam
shalat-shalat..." [Tafsir Ibnu
Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal
13]
b. Ats-Tsaba'ul Matsaani (tujuh ayat yang
terulang-ulang)
Berkata Syaikh Shalih Fauzan dalam syarhnya juga,
"Al-fatihah dinamakan dengan tujuh yang terulang-ulang, dikarenakan
al-Fatihah ada tujuh ayat. Allah Ta'ala
berfirman :
"Sesungguhnya kami telah berikan kepadamu
tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-qur'an yang agung." (QS.Al-Hijr : 87).
Dan al-Fatihah adalah tujuh ayat yang terulang-ulang. Dan
dikatakan (pula) : Dinamakan al-Fatihah dengan al-Matsaani, dikarenakan dia
diulang-ulang bacaannya pada setiap rakaat." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah,
hal : 6]
c. Ummul Qur'an (induk al-Qur'an)
Disebutkan juga bahwa, "al-Fatihah dinamakan Ummul
Qur'an, dikarenakan induk dari sesuatu : (yaitu) pokok yang kembali kepadanya
sesuatu, al-Qur'an itu kembali dalam maknanya pada apa yang dikandung surat ini
(al-Fatihah)." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah,
hal : 6]
Berkata Ibnu Katsir, "Berkata al Hasan : 'Ayat yang
muhkamat dia adalah Ummul Kitaab. Dan ada yang menyebutkannya juga, dikatakan
bagi al-Fatihah sebagai ummul Qur'an. Dan sungguh telah tetap didalam
shahih At-Tirmidzi dan dia
menshahihkannya dari Abu Hurairah berkata : Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : (('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul Kitaab dan tujuh
yang terulang-ulang dan al-Qur'an yang mulia'))." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah
tahun 1429 H, hal 13]
d. Ummul Kitaab (induk kitab)
Al-Fatihah juga memiliki nama Ummul Kitaab berdasarkan
hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
diatas yang diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
(('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul Kitaab dan tujuh yang
terulang-ulang dan al-Qur'an yang mulia'))." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah
tahun 1429 H, hal 13]
e. Ash Shalah (shalat)
Berkata Ibnu Katsir, "Dikatakan pula
al-Fatihah sebagai ash-Shalah berdasarkan ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Rabb-nya : ((Aku membagi shalat
antara aku dan antara hamba-Ku menjadi dua bagian. Apabila hamba itu berkata Alhamduillahirabbil 'aalamiin, Allah
berfirman : 'Hamba-Ku memuji-Ku' )) (Al Hadits)." [Tafsir Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah
tahun 1429 H, hal 13]
Syaikh Shalih Fauzan mengatakan dan menjelaskan hadits ini
:
"Al-Fatihah dinamakan
ash-Shalah, berdasarkan ucapan Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkannya dari Rabb-nya,
bahwasannya Allah Jalla wa 'Alaa
berfirman : (('Aku membagi shalat antara
Aku dan antara hamba-Ku menjadi dua bagian')) Yaitu : Al-Fatihah ((Apabila dia
(hamba) berkata : Alhamduillahirabbil
'aalamiin, Allah berfirman : 'Memuji-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba)
berkata : Arrahmaanirrahiim, Allah
berfirman : 'Menyanjung atas-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba) berkata : Maalikiyaumiddiin, Allah berfirman :
'Mengagungkan-Ku hamba-Ku', apabila dia (hamba) berkata : Iyyaa kana'budu wa iyyaa kanasta'iin, Allah berfirman : 'Ini antara
Aku dan antara hamba-Ku dua pembagian dan bagi hamba-Ku apa yang dia
minta))." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]
Sehingga makna Qasamtush
Shalaati (aku membagi shalat), maknanya adalah aku membagi surat al-Fatihah
menjadi dua bagian, karena itulah Syaikh Shalih Fauzan kembali mengatakan :
"Surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat, 3.5 darinya untuk Allah,
sanjungan atas Allah 'Azza wa Jalla,
dan 3.5 darinya untuk hamba, (yaitu) mulai dari firman Allah : 'wa Iyyaa kanastaiin' hingga akhir
surat." [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 6]
"Inilah makna firman
Allah Jalla wa 'Allaa : ((Qasamtush Shalati)) yaitu surat
al-Fatihah...". [Syarhu Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah,
hal : 7]
f. Al-Kaafiyatu (jampi-jampi) atau dinamakan
juga Ar-Ruqyatu (rukiyah)
Al-Fatihah juga dinamakan Ruqyah. Dalam sebuah hadits yang
panjang disebutkan : Dinamakan al-Fatihah dengan ruqyah karena, sekelompok dari
para sahabat yang singgah pada sebuah kabilah dari kabilah-kabilah arab. Mereka
meminta dilayani maka justru mereka tidak dilayani, maka disengatlah pembesar
mereka, maka mereka datang dan mereka meminta dari para sahabat yang meruqyah.
Berkata salah seorang dari sahabat : Sesungguhnya kami akan meruqyah akan tetapi
kalian enggan dari melayani kami. Maka tidaklah kami meruqyah kecuali dengan
memberikan -yakni : upah- maka mereka mempersyaratkan bagi mereka sekawanan
kambing maka dibacakan kepadanya surat al-Fatihah, maka dia berdiri seakan-akan
dibangkitkan dari ikatan. Maka tatkala mereka menghadap kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mereka
mengabarkan dengan apa-apa yang terjadi, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Dan dari mana kamu
mengetahui bahwasannya al-Fatihah itu ruqyah." maka dinamakanlah
al-Fatihah dengan ruqyah. [Syarhu
Ba'du Fawaaida Suuratil Faatihah, hal : 7]
g. Al-Qur'an al-Adziim (al Qur'an yang mulia)
Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam
At-Tirmidzi dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
(('Alhamdulillaahirabbil 'alaamiin adalah Ummul Qur'an dan Ummul
Kitaab dan tujuh yang terulang-ulang dan al
Qur'an yang mulia'))." [Tafsir
Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal
13]
h. Al-Hamdu (pujian)
Nama al-Hamdu ini disebutkan oleh ibnu katsir, "Dan
dikatakan bagi al-Fatihah itu (al-Hamdu) dan dikatakan juga baginya
(ash-Shalah)." [Tafsir Ibnu Kasir
surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]
Setelah itu beliau
menyebutkan hadits kudsi diatas.
i. Asy Syifaa' (penyembuh)
Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya,
"Dikatakan bagi al-Fatihah sebagai Asy-Syifaa' tatkala Ad-Daarimi meriwayatkan
dari Abu Sa'id radhiyallaahu 'anhu
secara marfu' ((yang membuka al-Kitaab adalah yang menyembuhkan dari setiap
nama))". [Tafsir Ibnu Kasir surat
al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal 13]
j. Asaasul Qur'aan
Asy-Sya'bi meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhuma bahwasannya dia
(Ibnu Abbas) menamakan al-Fatihah dengan (Asaasul Qur'an) dia berkata :
"Dan asasnya adalah bismillahirrahmaanirrahiim."
[2]
k. Al Waaqiah (yang menjaga)
Ibnu Katsir mengatakan, "Sufyaan bin Uyainah menamakan
al-Fatihah (dengan Al-Waaqiah)." [Tafsir
Ibnu Kasir surat al-Fatihah, cetakan Dar al-Katab al-Ilmiyyah tahun 1429 H, hal
13]
Wallahu a'lam
©2004
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.